Postingan

Menampilkan postingan dengan label Fourtwnty

Realita - Fourtwnty

Realita - Fourtwnty Ini bukan cerita langka Tak sedikit orang melakukannya Menggambar tubuhnya Raut wajah hingga namanya Memang indah tapi apa artinya Ternyata berbisa Nafsu dulu baru logika Tinta biru tinggal cerita Realita Tutup mata tutup telinga Perhitungan pun tak ada Realita Raut wajah hingga namanya Memang indah tapi apa artinya Ternyata berbisa Berbisa Nafsu dulu baru logika Tinta biru tinggal cerita Realita Tutup mata tutup telinga Perhitungan pun tak ada Realita Ini darah muda Ini darah muda Memang tak mudah menaklukannya Ini darah muda Ini darah muda Tolong tunjuk tangan Siapa yang pernah mencoba Nafsu dulu baru logika Tinta biru tinggal cerita Realita Tutup mata tutup telinga Perhitungan pun tak ada Realita

Trilogi - Fourtwnty ft. Reza Matajiwa

Trilogi - Fourtwnty ft. Reza Matajiwa mendengung gendang telingaku memecah bising kala itu terlihat jiwa - jiwa layu terlentang didepan mataku terror mengecamku terror melumpuhkanmu trilogi otak bersatu trilogi hingga membatu dan langit memerah semesta pun marah bumiku berdarah meradang egoku meradang tangisku menghadang tawamu meradang egoku meradang tangisku menghalang tawamu sesal dan kumalu tangisanku tak membantuku akhirnya nelangsa yang menjamahku menjamah aku ... solo dan langit memerah semesta pun marah bumiku berdarah meradang egoku meradang tangisku menghadang tawamu meradang egoku meradang tangisku menghalang tawamu meradang egoku meradang tangisku menghalang tawamu maafkan ini karenaku biang masalah masa lalu bertemu faham - faham itu simpang siur kini namaku

Nyanyian Surau - Fourtwnty

Nyanyian Surau - Fourtwnty Transisi kata ke kata kumulai terbata bata Berjalan kemana jiwa lamaku kapan lagi bernostalgia Kelopak mataku lelah menjabarkan arti malaya Melanda redup tantrumku Bait ke bait mulai kurakit menari paras sakitku Hingga sulitku berdamai dengan nalar tak terkontaminasi Merasa haus dipuji Hinggaku lupa diri Mati suri rasa canduku Mati suri rasa canduku Bait ke bait mulai kurakit menari paras sakitku Hingga sulitku berdamai dengan nalar tak terkontaminasi Merasa haus dipuji Hinggaku lupa diri Sudah pernah hilang Sudah pernah dialam sana Sudah pernah gila Sudah pernah didalam sana hoo..whoo.. hoo Mati suri canduku Mati suri canduku Mati suri canduku Mati suri canduku Mati suri rasa canduku Sudah pernah hilang Sudah pernah dialam sana, hoo... Sudah pernah gila Sudah pernah didalam sana hoo..whoo.. hoo Berbekal selembar peta Berakhir di surau tua...

Segelas Berdua - Fourtwnty

Segelas Berdua - Fourtwnty Waktu itu aku bertamu Menunggu dikursi kayu ibumu Kembang lili tak tahu malu Berada di genggam tangan kananku Merayu bukan gayaku Romansa ku berbeda Segelas berdua berwarna merah isi dan langitnya Dibawah aroma hamparan hijau Kembang lili tak tahu malu Berada di genggam tangan kananku Merayu bukan gayaku Romansa ku berbeda Segelas berdua berwarna merah isi dan langitnya Dibawah aroma hamparan hijau Segelas berdua berwarna merah isi dan langitnya Dibawah aroma hamparan hijau Hijau Hamparan hijau Hamparan hijau Hamparan hijau

Kusut - Fourtwnty

Kusut - Fourtwnty tolong jauhkan nafsuku dari pesona hawamu aku terjangkit dan sakit terjebak di ruang sempit membiru indraku susah payahku melepasmu terlihat ku palsu tanpa rasamu menjamahku tanpa ragamu disampingku mungkin bukanlah wujudmu ranjang ternyaman bagiku henti bergumam hati cabutlah biar tak kusut membiru indraku susah payahku melepasmu terlihat ku palsu tanpa rasamu menjamahku tanpa ragamu disampingku tanpa eratmu menggenggamku tanpa arahmu lagi menuntunku lagi menuntunku lagi menuntunku lagi