Postingan

Menampilkan postingan dengan label Payung Teduh

Puan Bermain Hujan - Payung Teduh

Puan Bermain Hujan - Payung Teduh menjelma bayang-bayang dalam hening, dalam kerinduan ku dapati Puan menangisi hujan meratapi hujan ooh bukan bersedih tapi kerinduan yang manis sedari tadi ku ingin memeluk ku ingin mendekap erat puan asyik dengan hujan puan sedang mengenang-ngenang puan sedih juga riang di setiap hujan datang di setiap hujan datang puan selalu seru bermain dengan hujan hey hujan lagi, puan puan asyik dengan hujan, puan sedang mengenang-ngenang puan sedih juga riang di setiap hujan datang di setiap hujan datang, puan selalu seru bermain dengan hujan hey hujan lagi, puan, oh hujan lagi, puan, hey hujan lagi, puan, hey

Kita Hanya Sebentar - Payung Teduh

Kita Hanya Sebentar - Payung Teduh malam yang gelap dan dingin yang kau damba-dambakan dengan apa akan engkau habiskan bersama mimpi yang kau rekayasa atau doa-doa yang kau pinta dalam takut di tembok yang tinggi dan berlumut itulah segala peristiwa ikut melapuk kita menguap seperti kabut kita hanya sebentar, sejenak adalah usia kita datang dan menguap begitu saja hanya aromanya yang tertanam di kepala seberapa banyak kau hirup malam ini, kasih di tembok yang tinggi dan berlumut itulah segala peristiwa ikut melapuk kita menguap seperti kabut kita hanya sebentar, sejenak adalah usia kita datang dan menguap begitu saja hanya aromanya yang tertanam di kepala seberapa banyak kau hirup malam ini, kasih

Muram - Payung Teduh

Muram - Payung Teduh  lihat kerinduan itu menjelma sungai yang airnya seringkali kau teguk tepian tempatmu menangis dalam gelap lambaian tangan kasih meluruhkan segala mimpi yang didambakan sirna hasrat untuk bercinta jejak langkahmu hilang pudar sinar bulan sembunyikan segala cerita yang mungkin tak kau simpan sirna dalam kelam singgahlah sejenak menepilah wahai tuan berpeluh lukamu nan muram hiduplah asa langkah kaki kasih pergi meluruhkan segala mimpi yang didambakan sirna hasrat untuk bercinta jejak langkahmu hilang pudar sinar bulan sembunyikan segala cerita yang mungkin tak kau simpan sirna dalam kelam singgahlah sejenak, menepilah wahai tuan berpeluh lukamu nan muram, hiduplah asa, purnalah asa

Sisa Kebahagiaan - Payung Teduh

Sisa Kebahagiaan - Payung Teduh  seandainya bisa terbang dari jendela menjemput mu lalu ku ajak kau berkeliling dengan terbang yang laju tapi ku yakin kau pasti sering merasakan nya atau kita bisa berakhir di pantai di siang yang terik kau rasakan pasir nya panas di pijakkan saat sesekali air laut menjilati kaki mu yang indah.. kau sibuk menikmati semua nya sementara aku gelisah karena kegirangan bisa berdua dengan mu di ujung-ujung waktu ini di sisa-sisa kebahagiaan yang hampir habis.. kau rasakan pasir nya panas di pijakkan saat sesekali air laut menjilati kaki mu yang indah.. kau sibuk menikmati semua nya sementara aku gelisah karena kegirangan bisa berdua dengan mu di ujung-ujung waktu ini di sisa-sisa kebahagiaan yang hampir habis..

Kerinduan - Payung Teduh

Kerinduan - Payung Teduh dengan nyanyian dengan tarian dengan segala rasa yang sederhana tersenyum pada duka yang dijaganya lelaki itu duduk sendiri mengira-ngira kata apa yang tak sempat ditanyakan angin pada hening yang memeluknya ditanyakan pada duka yang dijaganya pada luka yang menjadi baju dan nafasnya dengan nyanyian dengan tarian dengan segala rasa yang sederhana tersenyum pada duka yang dijaganya hanya tersisa kerinduan bersama kehampaan berjalan dengan kerinduan tertunduk pilu menanti dalam kerinduan terbungkus oleh kehampaan menyerap pada kerinduan kerinduan

Di Atas Meja - Payung Teduh

Di Atas Meja - Payung Teduh di atas meja rindu itu hilang dalam kata-kata sebentar lagi kita semakin lupa kita menjelma pagi dingin yang dipayungi kabut tak bisa lagi bercerita apa adanya mengapa takut pada lara sementara semua rasa bisa kita cipta akan selalu ada tenang disela-sela gelisah yang menunggu reda didalam kamar rindu itu menguap dalam kebisuan sebentar lagi kita semakin lupa kita menjelma kebisuan yang tak bisa diungkap tak bisa lagi bercerita apa adanya mengapa takut pada lara sementara semua rasa bisa kita cipta akan selalu ada tenang disela-sela gelisah yang menunggu reda di tiap langkah rindu kita menghilang penuh keraguan lalu kita pun sungguh semakin lupa oo ooh.. kita menjelma kebisuan yang tak kunjung terungkap tak bisa lagi bercerita apa adanya mengapa takut pada lara sementara semua rasa bisa kita cipta akan selalu ada tenang disela-sela gelisah yang menunggu reda ou ooh.. ou ooh..

Cerita Tentang Gunung Dan Laut - Payung Teduh

Cerita Tentang Gunung Dan Laut - Payung Teduh parararara ruru rua.. parararara ruru rua.. aku pernah berjalan di sebuah bukit tak ada air tak ada rumput tanah terlalu kering untuk ditapaki panas selalu menghantam kaki dan kepalaku aku pernah berjalan diatas laut tak ada tanah tak ada batu air selalu merayu menggodaku masuk ke dalam pelukannya tak perlu tertawa atau menangis pada gunung dan laut karena gunung dan laut tak punya rasa aku tak pernah melihat gunung menangis biarpun matahari membakar tubuhnya aku tak pernah melihat laut tertawa biarpun kesejukkan bersama tariannya parararara ruru rua.. parararara ruru rua.. pada gunung dan laut karena gunung dan laut tak punya rasa

Selalu Muda - Payung Teduh

Selalu Muda - Payung Teduh pada setiap malam yang gelap pada fajar yang muram pada mimpi yang manja pada rindu yang memuja pada senyuman yang menuai hasrat berlapis mekarnya seperti seruni kusentuh wajahmu dimimpi yang sunyi dekapan tulus membuai nurani tak kunjung kutemui dimana kau bersembunyi kenangan menjelma rupa harumnya merasuk kemana-mana membelai helai rindu yang selalu muda *musik kenangan menjelma rupa harumnya merasuk kemana-mana membelai helai rindu yang selalu muda kenangan menjelma rupa harumnya merasuk kemana-mana membelai helai rindu yang selalu muda kenangan menjelma rupa harumnya merasuk kemana-mana membelai helai rindu yang selalu muda

Mari Bercerita - Payung Teduh (feat. Ichamalia)

Mari Bercerita - Payung Teduh (feat. Ichamalia) seperti yang biasa kau lakukan ditengah perbincangan kita tiba-tiba kau terdiam sementara ku sibuk menerka yang ada dipikiranmu (huuu.uuu) sesungguhnya berbicara denganmu tentang segala hal yang bukan tentang kita mungkin tentang ikan paus dilaut atau mungkin tentang bunga padi di sawah sungguh bicara denganmu tentang segala hal yang bukan tentang kita selalu bisa membuat semua lebih bersahaja, hooo malam jangan berlalu (jangan datang dulu terang) telah lama kutunggu (kuingin berdua denganmu) biar pagi datang setelah aku memanggil (terang) ay, pencuri kau terang (terang) ha.hehe, sesungguhnya berbicara denganmu tentang segala hal yang bukan tentang kita mungkin tentang ikan paus dilaut atau mungkin tentang bunga padi di sawah sungguh bicara denganmu tentang segala hal yang bukan tentang kita selalu bisa membuat semua lebih bersahaja, hooo malam jangan berlalu (jangan datang dulu terang) telah lama kutungg...